Jumat, 12 November 2010

a confession of...

Aku berpikir lama. Rasanya nggak adil kalau aku terus menerus mengutamakan keinginanku. Nggak munafik, aku ingin semuanya clear, g ada yang ditutup2i. Tapi aku juga g mau ada pihak lain yang merasa terusik. Mungkin aku memang bodoh dan naif, g bisa membaca situasi. Orang lain yang (mungkin) lebih tau sesuatu yang tak kutau, atau
yang terjadi di belakangku pasti berkata, " How pity u r, inn... "

Yahh, aku emang bukan orang yang mengerti cara membaca hati, dan sikap. Aku g suka berpikir  " pasti ada kebohongan, kepalsuan, dan kemunafikan disini". Karena aku lebih suka mengatakan, "pasti dia punya alasan, maukah kamu mengatakan kenapa?"

Kalau pun aku dibohongi, sepertinya aku terlalu malas untuk marah. Karena otakku sudah kelebihan muatan yang perlu dipikirkan, bukan cuma mendengarkan kata orang.
Aku bodoh, itu benar.
Aku g tau dan capek mencari tau.
Aku telah bertanya, dan g berencana bertanya lagi.
Cukup.
Karena aku telah mendapatkan jawabannya. Aku g peduli jawaban itu benar atau tidak. Aku juga g bisa bilang percaya atau g percaya.

Karena cuma akan menperbanyak timbunan sampah yang harus kubersihkan.

Duniaku luas.
Nggak  cuma untuk memikirkan satu atau beberapa hal.
Tapi banyak hal.

Aku emang nggak bisa buat nggak peduli pada orang lain. Tapi aku bisa saja, nggak peduli dengan perkataan orang lain. Entah itu, temanku, shabatku, pacarku, bahkan saudaraku. Kalau itu bisa meningkatkan resiko aku makin terpuruk.

Aku udah terlalu capek.

Jadi semuanya, terima kasih sudah peduli padaku dan beritikad baik mengingatkanku. Terima kasih juga buat sudah memberi penjelasan padaku. Nanti akan aku renungkan, dan introspeksikan, kalau sudah waktunya.


I'm cherish all of u.Tqyu..

-inn

Tidak ada komentar: